Lewati ke konten

Strategi IELTS Writing Task 2: Struktur Esai dan Contoh Band 7

Task 2 menyumbang dua pertiga skor Writing. Pelajari apa yang membedakan band 6 dan band 7 menurut deskriptor resmi, struktur esai yang aman, dan contoh paragraf yang bisa kamu tiru polanya.

Ditulis oleh

Tim Akademik IELTSKU

7 menit baca
Tangan memegang pulpen sedang menulis di buku catatan (Foto: Thought Catalog / Unsplash)
Daftar isi
  1. Format Writing Task 2
  2. Apa yang dinilai penguji
  3. Struktur esai empat paragraf
  4. Contoh: dari soal ke paragraf
  5. Pembagian waktu 40 menit
  6. Kesalahan yang paling sering menurunkan skor
  7. Cara berlatih yang efektif
  8. Kesimpulan

Untuk mendapat skor bagus di IELTS Writing Task 2, kamu perlu menjawab semua bagian pertanyaan dengan posisi yang jelas, lalu mengembangkan dua ide utama dengan alasan dan contoh yang spesifik dalam minimal 250 kata dan sekitar 40 menit. Task 2 menyumbang dua kali lebih besar daripada Task 1 terhadap skor Writing. Jadi esai inilah bagian yang paling layak kamu latih.

Banyak peserta merasa sudah menulis dengan kosakata bagus tetapi tetap tertahan di band 6. Biasanya masalahnya ada pada cara mengembangkan argumen, bukan pada kosakata. Berikut cara membaca deskriptor resmi, struktur esai yang aman, dan contoh paragraf yang bisa kamu tiru polanya.

Format Writing Task 2

Writing berlangsung 60 menit untuk dua tugas. Di Task 2, kamu diberi sebuah sudut pandang, argumen, atau masalah, lalu diminta menanggapinya dalam bentuk esai. Ketentuan resminya:

  • Panjang minimal: 250 kata.
  • Waktu yang disarankan: tidak lebih dari 40 menit.
  • Bobot: dua kali Task 1.
  • Versi: Academic dan General Training sama-sama menilai Task 2 dengan deskriptor yang sama.

Tipe soal yang sering muncul antara lain opinion (agree or disagree), discussion (discuss both views), problem and solution, serta advantages and disadvantages. Ada juga soal dengan dua pertanyaan sekaligus. Apa pun tipenya, kunci pertama tetap sama: jawab persis apa yang ditanyakan.

Apa yang dinilai penguji

Esaimu dinilai dengan empat kriteria berbobot sama. Ringkasan deskriptor band 7 berikut dikutip dari dokumen resmi IELTS (versi Mei 2023), dengan catatan praktis untuk setiap kriteria.

KriteriaCiri band 7 menurut deskriptorArtinya dalam praktik
Task ResponseBagian utama soal dijawab dengan tepat; posisi jelas dan berkembang; ide utama diperluas dan didukungSebutkan pendapatmu sejak pendahuluan, dan jaga konsistensinya sampai kesimpulan
Coherence and CohesionIde tersusun logis dengan progresi yang jelas; kata penghubung dan rujukan dipakai luwes meski kadang kurang tepatSatu paragraf, satu ide pokok; hindari menumpuk "Moreover" dan "Furthermore" di setiap kalimat
Lexical ResourceKosakata cukup luwes dan tepat; ada beberapa kata yang kurang umum; ada kesadaran gaya dan kolokasiPilih kata yang tepat, bukan yang paling panjang
Grammatical Range and AccuracyVariasi struktur kompleks dengan cukup luwes dan akurat; kalimat bebas kesalahan sering munculCampurkan kalimat sederhana dan kompleks, dan pastikan sebagian besar kalimat bebas kesalahan

Kenapa banyak esai tertahan di band 6

Bandingkan dengan deskriptor Task Response band 6. Bagian utama soal sudah dijawab, tetapi sebagian mungkin lebih lengkap daripada yang lain. Posisinya relevan, tetapi kesimpulannya bisa kurang jelas, tidak berdasar, atau berulang. Ide utamanya relevan, tetapi sebagian kurang berkembang atau kurang jelas.

Polanya sering terlihat sama. Penulis menyebut tiga atau empat alasan, masing-masing hanya satu-dua kalimat, tanpa penjelasan mengapa alasan itu benar. Band 7 justru meminta lebih sedikit ide tetapi lebih dalam. Deskriptor band 7 bahkan masih menyebut kecenderungan over-generalise sebagai kelemahan yang bisa ditoleransi, sedangkan di band 8 ide sudah "well extended and supported".

Struktur esai empat paragraf

Struktur ini cocok untuk hampir semua tipe soal dan mudah dikerjakan dalam 40 menit:

  1. Pendahuluan (2-3 kalimat, sekitar 40-50 kata). Parafrasekan topik dengan kata-katamu sendiri, lalu nyatakan posisimu atau garis besar jawabanmu.
  2. Paragraf isi 1 (sekitar 90-110 kata). Satu ide utama: kalimat topik, penjelasan, contoh spesifik, lalu kaitkan kembali ke pertanyaan.
  3. Paragraf isi 2 (sekitar 90-110 kata). Ide utama kedua dengan pola yang sama, atau pandangan sebaliknya untuk soal discussion.
  4. Kesimpulan (2 kalimat, sekitar 30-40 kata). Ulangi posisimu dengan kalimat berbeda. Jangan menambahkan ide baru.

Totalnya sekitar 270-300 kata. Ini cukup jauh di atas batas minimal dan tetap realistis untuk ditulis dalam waktu yang tersedia.

Contoh: dari soal ke paragraf

Ambil contoh soal berikut:

Some people believe that university students should be required to take courses outside their main field of study. To what extent do you agree or disagree?

Langkah 1: tentukan posisi. Misalnya, kamu sebagian besar setuju, dengan syarat jumlah mata kuliahnya dibatasi. Posisi seperti ini sah selama dinyatakan jelas dan konsisten.

Langkah 2: pilih dua ide yang bisa dikembangkan. Pertama, mata kuliah lintas bidang melatih kemampuan yang dibutuhkan di dunia kerja. Kedua, porsinya harus dibatasi supaya kedalaman jurusan utama tidak berkurang.

Langkah 3: tulis paragraf dengan pola topik, penjelasan, contoh, kaitan.

The main benefit of studying outside one's major is that it develops skills that a single discipline rarely teaches. An engineering student who takes a course in public writing, for instance, learns to explain technical ideas to people without a technical background, which is exactly what is required when presenting a project to clients or government officials. Such abilities are difficult to acquire later in a busy career, so it makes sense for universities to build them into the degree itself. In this respect, compulsory courses in other fields are not a distraction but an investment in graduates' long-term employability.

Perhatikan apa yang terjadi di paragraf itu. Kalimat pertama langsung menyatakan ide. Kalimat kedua memberi contoh yang spesifik: siapa, belajar apa, untuk situasi apa. Kalimat ketiga menjelaskan mengapa itu penting. Kalimat terakhir mengaitkan kembali ke pertanyaan. Kosakatanya tidak aneh-aneh, tetapi tepat. Inilah yang dimaksud deskriptor dengan ide yang diperluas dan didukung.

Pembagian waktu 40 menit

Perempuan menulis kerangka tulisan di buku catatan
Lima menit untuk menyusun kerangka biasanya menghemat lebih banyak waktu saat menulis. · Foto: Marcos Paulo Prado / Unsplash
  • Menit 0-5: baca dan rencanakan. Garis bawahi kata kunci soal, tentukan posisi, dan tulis dua ide beserta contohnya dalam bentuk poin singkat.
  • Menit 5-35: menulis. Pendahuluan maksimal 5 menit. Sisanya untuk dua paragraf isi dan kesimpulan.
  • Menit 35-40: periksa. Cari kesalahan yang sering kamu buat: subject-verb agreement, bentuk jamak, artikel (a/an/the), dan tenses.

Lima menit perencanaan sering terasa mubazir di bawah tekanan waktu. Padahal tanpa kerangka, penulis biasanya baru menemukan posisinya di tengah esai. Akibatnya pendahuluan dan kesimpulan tidak sejalan, dan itu langsung menurunkan Task Response.

Kesalahan yang paling sering menurunkan skor

  • Tidak menjawab semua bagian soal. Kalau soal meminta "discuss both views and give your opinion", esai tanpa opini tidak bisa mencapai band tinggi di Task Response.
  • Memakai kalimat hafalan. Pembuka seperti "In this modern era, technology has become an inseparable part of our lives" tidak menjawab apa pun. Deskriptor resmi menyebut bahasa hafalan dan frasa formulaik sebagai ciri tulisan band rendah.
  • Terlalu banyak ide, terlalu sedikit penjelasan. Dua ide yang dikembangkan lebih baik daripada empat ide yang hanya disebut.
  • Kata penghubung mekanis. Memulai setiap kalimat dengan "Firstly", "Moreover", atau "In addition" justru bisa dinilai sebagai pemakaian berlebihan. Hal ini disebut dalam deskriptor Coherence and Cohesion.
  • Kosakata yang dipaksakan. Deskriptor band 6 menyebut bahwa penulis yang mengambil risiko memakai kosakata lebih luas, tetapi dengan ketidaktepatan yang lebih tinggi. Kata yang tepat lebih aman daripada kata yang terdengar canggih.

Cara berlatih yang efektif

Buku catatan dan pulpen di atas laptop di samping keyboard
Tes IELTS di Indonesia kini berbasis komputer, jadi biasakan mengetik esai dengan batas waktu. · Foto: Fiona Murray-deGraaff / Unsplash

Menulis banyak esai tanpa umpan balik cenderung mengulang kesalahan yang sama. Latihan yang lebih efektif:

  1. Latih perencanaan secara terpisah. Ambil 10 soal dan buat kerangka masing-masing dalam 5 menit tanpa menulis esainya.
  2. Tulis dengan waktu asli dan di komputer. IELTS di Indonesia kini berbasis komputer, jadi kecepatan mengetik dan kebiasaan mengedit di layar ikut menentukan.
  3. Minta penilaian berdasarkan empat kriteria. Skor tunggal tanpa alasan tidak membantu. Kamu perlu tahu kriteria mana yang menahan skormu.
  4. Tulis ulang, jangan hanya menulis baru. Memperbaiki satu esai berdasarkan umpan balik sering lebih bermanfaat daripada menulis dua esai baru.

Di simulasi IELTS online IELTSKU, esai Writing yang kamu kirim dinilai oleh tutor, bukan hanya oleh mesin. Kamu bisa memakai mode latihan untuk mencoba strategi di artikel ini, lalu mode ujian untuk melihat apakah strategi itu bertahan di bawah tekanan waktu.

Kesimpulan

Writing Task 2 bukan lomba kosakata. Penguji mencari jawaban yang menanggapi seluruh soal, posisi yang jelas dan konsisten, serta dua ide yang benar-benar dikembangkan dengan contoh spesifik, dalam bahasa yang akurat. Kuasai struktur empat paragraf, sisihkan 5 menit untuk perencanaan, dan latih kebiasaan menjelaskan mengapa sebuah alasan masuk akal. Dari situlah selisih antara band 6 dan band 7 biasanya tertutup.

Referensi

  1. IELTS.org - IELTS Academic format: Writing
  2. IELTS Writing Band Descriptors (updated May 2023)
  3. IELTS.org - IELTS scoring in detail
  4. British Council Indonesia - IELTS dates, fees and locations (tes berbasis komputer)
  5. BINUS Bandung - Tips in IELTS Writing Task 2 (jenis-jenis esai)
  • #IELTS Writing
  • #Writing Task 2
  • #esai IELTS
  • #band 7
  • #band descriptors
  • #tips IELTS

Tentang penulis

Tim Akademik IELTSKU

Tutor dan penyusun materi IELTSKU

Tim tutor IELTSKU menulis panduan ini dari pengalaman mendampingi siswa sejak 2020, dan memeriksa setiap angka terhadap sumber resmi (IELTS, IDP, British Council, ETS, LPDP).

Bagikan

FAQ

Pertanyaan seputar topik ini

Belum menemukan jawabannya? Tim kami siap membantu lewat WhatsApp atau formulir kontak.

Berapa kata minimal IELTS Writing Task 2?

Minimal 250 kata. IELTS menyarankan kamu menghabiskan tidak lebih dari 40 menit untuk Task 2. Jawaban yang terlalu pendek berisiko tidak memberi cukup bukti kemampuan bahasa untuk band tinggi.

Apakah menulis lebih dari 250 kata membuat skor lebih tinggi?

Tidak otomatis. Penguji menilai kualitas berdasarkan empat kriteria, bukan panjang tulisan. Esai sekitar 270-320 kata biasanya cukup untuk mengembangkan dua ide utama dengan baik dan masih menyisakan waktu untuk memeriksa ulang.

Apa bedanya band 6 dan band 7 di Writing Task 2?

Menurut deskriptor resmi, band 7 menyajikan posisi yang jelas dan berkembang, dengan ide utama yang diperluas dan didukung. Di band 6, posisi sudah relevan tetapi kesimpulannya bisa kurang jelas atau berulang, dan sebagian ide utama kurang berkembang.

Apakah boleh memakai template esai yang dihafal?

Struktur paragraf boleh dan memang membantu. Yang berisiko adalah kalimat hafalan panjang yang tidak menjawab soal. Deskriptor resmi menyebut bahasa hafalan dan frasa formulaik sebagai ciri tulisan di band rendah.

Lebih baik mengerjakan Task 1 atau Task 2 lebih dulu?

Urutan bebas karena kamu mengatur waktu sendiri dalam 60 menit. Sebagian peserta memilih Task 2 lebih dulu karena bobotnya dua kali Task 1, sehingga esai yang paling penting tidak terpotong waktu.

Baca juga